Sst.. Jangan Asal Nge-Share, Bisa Berdosa!

share

Sahabat, saat ini apa sih yang nggak bisa dilakukan oleh orang untuk mendapat informasi?. Dengan berbagai kecanggihan teknologi dan informasi begitu mudahnya seseorang mengakses berbagai informasi. Beragamnya media sosial seperti facebook, whatsapp, twitter, instagram dan lain sebagainya turut memberi andil bagi kemudahan akses dan berbagi.

Yah, hanya dengan berbekal hape android seharga 500 ribuan dengan paket internet yang dijual murah berbagai informasi sudah bisa berada di genggaman tangan. Nah, sekarang tinggal kita bagaimana mensikapi setiap informasi yang kita lihat dan kita baca itu. Ada yang kritis dalam menerima setiap informasi yang didapat namun banyak juga yang menjadi ‘pipa ledeng’ dalam menerima informasi yang dibaca dan didengar. Semua informasi yang diperoleh ditelan mentah-mentah bahkan dishare ke media-media sosial. Padahal informasi-informasi diberbagai media, terutama online tak jarang yang sifatnya seperti sampah dan comberan yang berisi penyakit dan kotoran, yang berisi berita dusta dan fitnah, spam, berita sampah yang dalam istilah dunia maya disebut hoax, yaitu kejadian bohong yang sengaja dibuat-buat.

Pernah nggak sih membaca berita di media sosial, entah facebook, twitter atau yang lain tentang gambar seorang pemuda yang menginjak Al-Qur’an kemudian di sebelahnya terdapat gambar pemuda tadi yang tiba-tiba sudah berubah wujud menjadi seorang yang berkepala manusia dan berbadan ular kemudian diberi komentar “akibat orang yang menghinakan Al-Qur’an, dikutuk oleh Allah sehingga menjadi ular berkepala manusia”. Berita ini kemudian menyebar dan menjadi viral diberbagai media sosial. Dan gambar manusia berbadan ular yang dikatakan kutukan Tuhan tersebut juga ternyata hasil editan photoshop, software pengolah gambar. Maunya membela Al-Qur’an tapi dengan menyebar berita bohong, akhirnya jadi bumerang dan bikin malu umat. Kesannya umat Islam boleh membela agamanya meski dengan cara-cara bohong dan dusta. Sahabat! Dengan kecanggihan teknologi apa sih yang nggak bisa dilakukan orang? Saya pun pernah foto bareng dengan pak SBY, bertemu dengan Usamah bin Ladin bahkan perang di Afghanistan bersama Rambo. Namun itu hanya di photoshop. Hehehe….

Padahal sebagai seorang muslim, setiap informasi yang diperoleh seharusnya;
Pertama, diverifikasi dan diteliti terlebih dahulu apakah informasi ini memang benar adanya. Yang menurut istilah dalam surat Al-hujuraat ayat 6, dalam menerima berita maka hendaklah “fatabayyanuu” atau melakukan klarifikasi. Setelah dipastikan informasi yang didapat adalah benar maka, Kedua, dipikirkan dulu isi beritanya, kira-kira layak nggak untuk dikonsumsi atau dibaca. Kalau dinilai layak, maka Ketiga, Apa perlu di-share atau disebar? Eits… tunggu dulu! kudu dipikirkan dong efek atau akibat kalau informasi itu disebar atau di-share. Apakah membawa kebaikan ataukah malah mendatangkan keburukan.

Sebab kalau tidak, bisa-bisa kita menjadi agen penyebar berita hoax, berita dusta dan fitnah. Berperan serta dalam munculnya keresahan dan kekacauan di tengah-tengah masyarakat. Maka cukuplah kita renungkan peringatan Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam,

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang itu berdosa ketika ia menceritakan setiap apa yang dia dengar” (HR. Muslim)

Ya iyalah, bagaimana nggak berdosa wong berita yang yang dia terima asal saja disebar keman-mana. Padahal apa yang setiap didengar dan dibaca belum tentu benar dan dipercaya. Boleh jadi itu adalah hoax, fitnah, dusta, black campaign dan sebagainya. Dia tak ubahnya ‘talang’ yang mengalirkan setiap apa yang lewat. Terlebih banyak media besar dan mainstream sekarang ini yang dikuasai orang-orang kafir, orang fasik dan munafik.

Maka dalam bahasa teknologi informasi atau IT, mungkin lebih tepatnya kalau sabda Nabi yang mulia diatas diterjemahkan menjadi, “Cukuplah seseorang itu berdosa, ketika ia asal nge-share setiap apa yang dia baca”

Author: Cak Imron

Pengajar di pondok pesantren Hidayatullah Gresik sekaligus da'i kampung (mu'allim quro). Belajar menjadi seorang penulis bebas yang menuangkan ide, gagasan dan hikmah yang didapat melalui tulisan, diantaranya blog pribadi ini. Berharap apa yang ditulis mendapat ridha Allah dan bermanfaat serta menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan